Kamis, 23 Februari 2017

Perguruan Tinggi Kedinasan Mana Yang Kamu Incar?! Edisi 2017

Halo, rekan-rekan semua :D

Ini tulisan pertama di 2017.

Saya tidak sempat menulis karena saya melanjutkan pendidikan. Sebenarnya itu bukan alasan, justru ketika kuliah banyaaaaak banget waktu luang. Tapi saya lebih banyak menggunakan waktu saya untuk istirahat (read : tidur).

Dan saya berharap artikel ini bermanfaat.

Jadi, saya mau mengulas kembali mengenai Perguruan Tinggi Kedinasan karena banyaknya minat pembaca dan pertanyaan terkait.

Here we go.


1. PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara-STAN)

Ga bosen-bosennya saya bahas soal STAN, kalau kalian mau tanya-tanya persyaratan masuk STAN dan pertimbangan kira-kira bisa ngga kamu masuk STAN, saya bisa sediakan jawaban dan pertimbangan. Tapi tidak untuk PTK lain, karena saya nggak pernah daftar PTK lain selain STAN dan STIS.

Pendidikan di lakukan di beberapa kota di Indonesia, yaitu Bintaro, Balikpapan, Cimahi, Medan, Palembang, Denpasar, Pontianak, Manado, Makassar, Yogyakarta, Malang, Pekanbaru >> related article.

Btw namanya udah ganti yaa dari STAN menjadi Politeknik Keuangan Negara. Iya, emang panjang. Jadi kampus lagi bermetamorfosa :D
For your information, tahun ini pendaftaran PKN STAN dibuka pada tanggal 9 s/d 16 Maret 2017. Jadi, untuk adik-adik yang berminat silakan kunjungi website-nya, pantengin mulai bulan depan ya :D

Kuotanya nggak begitu banyak, total 6.961 siswa. Kalau komposisinya saya belum dapat informasi.
Ada 4 jurusan yang bisa kamu pilih yaitu : Pajak, Kepabeanan dan Cukai, Akuntansi, dan Manajemen Keuangan. Tingkatannya D-1 dan D-3.

Persyaratan masuk sih nggak ada yang spesial, yang penting nilainya minimal 7. Jurusan apa aja bisa. PKN-STAN terbuka untuk teman-teman SMA/MA/SMK/sederajat (siapa tahu ada yang home schooling, tapi belum pernah ketemu sih, adanya akselerasi). Teman saya banyak kok yang dari SMK, jurusannya pun beragam. Jurusan yang agak strict paling Bea Cukai, karena ada persyaratan minusnya maksimal -3,00. Kalau metode pendaftarannya sekarang saya kurang paham, tapi kalau melihat dari pengalaman saya nanti nilai rapot sama nilai UN dimasukkan ke dalam kolom yang ada di website-nya. Setelah itu, tunggu pengumuman untuk verifikasi berkas.

Setelah lulus dari PKN-STAN, kalian akan disebar di satuan kerja Kementerian Keuangan di seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote.

Apa lagi pertanyaan yang biasa diajukan ya?

Oh iya, tinggi badan. Sebagai catatan, SEMUA perguruan tinggi kedinasan pasti ada require tinggi badan. Rata-rata setiap perguruan tinggi syaratnya tinggi badan minimal laki-laki 160cm dan perempuan 155cm. Dan jangan terlalu gemuk ya, soalnya nanti bisa terdepak di tes kesehatan. Yang dicek luar-dalam. Otomatis buka baju. Tapi mungkin tidak seperti Kepolisian yang sampai periksa keperawanan ya. Cuma dipukul-pukul aja lututnya, tes refleks gitu. Setelah dinyatakan sehat, kita dites lari keliling lapangan bola. Minimal 4 putaran ya (saya dulu lari 4 putaran lebih sedikit).

Untuk tempat tes, nanti lihat saja di pengumuman. Biasanya di BDK masing-masing, di sekolah yang banyak ruang kelasnya, atau di Gedung Keuangan Negara (GKN). Kalau ada update pengumuman nanti saya update.

2. IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri)
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan dalam lingkungan Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia yang bertujuan mempersiapkan kader pemerintah, baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat.
IPDN menyediakan 2 fakultas yaitu:
Fakultas Politik Pemerintahan, terdiri dari 2 jurusan yaitu Jurusan Kebijakan Pemerintahan dan Jurusan Pemberdayaan Masyarakat, dan
Fakultas Manjemen Pemerintahan yang terdiri dari 4 jurusan yaitu Jurusan Manajemen Sumber Daya Aparatur, Jurusan Pembangunan Daerah, Jurusan Keuangan Daerah, dan Jurusan Kependudukan dan Catatan Sipil.

Mulai tahun 2010 kebijakan Pendidikan Kepamongprajaan dikonsentrasikan pada Program Diploma IV (D-IV) pada semester I - VI. Setelah masuk semester VII dan VIII, dilaksanakan penjurusan dan pengalihan ke Program Strata Satu (S-1). Pada kampus IPDN di Cilandak, Jakarta, diselenggarakan Program Pascasarjana Strata Dua (S-2) dan Strata Tiga (S-3), program profesi kepamongprajaan, serta kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
Syarat umumnya IPDN terbuka untuk SMA/MA jurusan IPA maupun IPS, serta tinggi badan minimum untuk pria adalah 160 cm dan wanita minimum 155 cm. Nilai minimal 7 dan mata tidak boleh minus.

Untuk persyaratan tahun sebelumnya bisa dibaca dan didownload di sini >> DOWNLOAD SYARAT SELEKSI IPDN

Kuota sebanyak 1.689 siswa. Pendaftaran dibuka dari tanggal 9 s/d 31 Maret 2017. Website seleksinya adalah http://spcp.ipdn.ac.id/spcp/. Untuk informasi pendaftaran bisa pantengin WEBSITE PANSELNAS dan TWITTER PANSELNAS.

Masih sanggup guys baca artikelnya? Baru 2 lho. Masih ada 6 lagi ^_^

3. STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat)
About STTD :

Sekolah Tinggi Transportasi Darat atau disingkat STTD adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan, yang menyelenggarakan pendidikan yang berbasis vokasi dan akademik dalam bidang transportasi darat.

Pertama kali didirikan dengan nama Akademi Lalu Lintas yang dikenal dengan ALL dan diresmikan oleh Presiden RI pertama, Bapak Ir. Soekarno pada tanggal 08 September 1951. Dengan alasan tertentu pada tahun 1964, ALL tidak dioperasikan atau tidak melakukan kegiatan. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan lalu lintas, perkembangan teknologi transportasi jalan dan kompleksitas permasalahan lalu lintas jalan lahirlah gagasan untuk mengaktifkan kembali Akademi Lalu Lintas.

Pada tanggal 05 Desember 1980, Akademi Lalu Lintas diaktifkan kembali dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Ahli Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (BPL-ALLAJR), namun masih disebut-sebut dengan nama Akademi Lalu Lintas. BPL-ALLAJR hanya menyelenggarakan program Diploma III Ahli LLAJR. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kualifikasi tenaga ahli yang lebih tinggi serta perkembangan sistem pendidikan yang ada maka pada tanggal 10 Maret 2000, dengan Kepres No.41 Tahun 2000 status BPL-ALLAJR ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), dimana berkedudukan dibawah Departemen Perhubungan.

Prodi nya ada 5 yaitu : D-IV Transportasi Darat, D-III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, D-III Perkeretaapian, D-III Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan, dan D-II Pengujian Kendaraan Bermotor.

Persyaratan : Usia maksimum 23 tahun, tinggi badan minimal laki-laki 165cm dan perempuan 160cm, nilai rata-rata rapot minimal 7 untuk mata pelajaran Matematika dan Fisika mulai semester 1 s/d 5 (require SMA/MA jurusan IPA). Untuk kamu yang masih sekolah, kamu bisa minta surat keterangan peserta UN dari Kepala Sekolah untuk mendaftar.

Kuota yang disediakan sebanyak 165 siswa. Pendaftaran dibuka dari 9 s/d 31 Maret 2017.

Kamu bisa daftar di sini : Daftar STTD (tapi website nya belum bisa diakses)

Setelah itu masuk ke sini : WEBSITE BPSDM KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

4. POLTEKIM dan POLTEKIP (Politeknik Imigrasi dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan)
Akademi Imigrasi (AIM) sekarang POLTEKIM adalah suatu pendidikan tinggi kedinasan di lingkungan kementerian Hukum dan HAM yang menyelenggarakan pendidikan profesional kedinasan, terutama diarahkan pada penerapan keahlian, dan ilmu pengetahuan di bidang keimigrasian.

AIM saat ini di komandoi oleh seorang direktur bernama Ibu Pramella Yunidar Pasaribu memiliki Visi yakni menjadikan SDM (Sumber Daya Manusia) Imigrasi yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Sedangkan Misinya menanamkan nilai-nilai kejuangan sehingga terbentuk sikap pembiasaan untuk beribadah, berakhlak mulia, belajar terus menerus, berkarya, bermanfaat, bersahaja, dan bersih hati. Visi dan Misi AIM tersebut diarahkan dalam rangka mencapai tujuan pembentukan AIM yaitu mencetak kader pimpinan di lingkungan Direktorat Jendral Imigrasi dan Kementerian Hukum dan HAM RI masa depan dimana lulusannya kelak akan ditempatkan di seluruh kantor imigrasi di Indonesia dan atau di perwakilan imigrasi di luar negeri.

pada Poltekim Ada 4 Prodi yaitu : D-IV Hukum Keimigrasian, D-IV Administrasi Keimigrasian, D-IV Manajemen Teknologi Keimigrasian, D-III Keimigrasian.
pada Poltekip tersedia D-IV di bidang teknis Pemasyarakatan yang akan ditempatkan dalam Jabatan Penelaah Status Warga Binaan Pemasyarakatan atau Pembimbing Kemasyarakatan

Persyaratan : SMA/sederajat, nilai minimal 7 (khusus Papua dan Papua Barat nilai minimal 6), tinggi badan minimal laki-laki 165cm dan perempuan 158cm, berat badan ideal, tidak berkacamata (tidak boleh minus), dan belum pernah DO dari PTK manapun.

Kuota yang disediakan tahun ini 500 orang. Berkaca dari formasi tahun lalu, 500 orang ini akan dibagi dua, kemudian dibagi lagi dalam 2 formasi yaitu laki laki dan perempuan dengan jumlah laki-laki mendominasi. Tahun lalu perbandingannya 115:15. Jadi bisa dikira-kira ya peluangnya.

Untuk contoh persyaratan tahun lalu kamu bisa baca di sini >> PERSYARATAN PENDAFTARAN POLTEKIM POLTEKIP

5. STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara)
Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) ialah perguruan tinggi kedinasan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2003 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara. Beban studi yang harus diselesaikan adalah 146 SKS dan ditempuh selama 4 tahun. STSN mempunyai 2 (dua) program studi yaitu program studi teknik persandian dan program studi manajemen persandian. Program Studi teknik persandian memiliki 2 (dua) bidang minat yaitu teknik kripto dan teknik rancang bangun peralatan sandi. Angin segar lagi kali ya buat temen-temen yang bentar lagi lulus SMA/Sederajat, STSN membuka pendaftaran mulai 9 s/d 31 Maret 2017 dengan kuota sebanyak 100 siswa. Dulu waktu saya mau daftar (tahun 2011) dibatasi 2000 pendaftar, jadi cepet-cepetan ya guys.

Untuk lebih jelasnya akan saya sertakan contoh persyaratan tahun sebelumnya sebagai berikut.

1. Warga Negara Indonesia
2. Sehat jasmani dan rohani, tidak cacat fisik dan mental, tidak buta warna, tidak bertato, Bebas HIV/AIDS dan bebas narkoba dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter RS Pemerintah.
3. Lulus SMA jurusan IPA atau Madrasah Aliyah jurusan IPA.
4. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing minimal 7 (tujuh) pada Semester IV dan V.
5. Umur tidak lebih dari 21 (dua puluh satu) tahun.
6. Tinggi Badan minimal Pria 160 cm dan Wanita 155 cm, dengan berat badan seimbang (ideal).
7. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di Sekolah Tinggi Sandi Negara.
8. Tidak sedang menjalani Ikatan Dinas dengan Instansi lain.
9. Bersedia mematuhi peraturan STSN.
10. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID)

Persyaratan lebih lanjut bisa panntengin websitenya ya.

6. STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik)
Saya pernah ikut tes di STIS dan gagal di tahap awal. Soal yang disajikan sih mudah, menjawabnya itu yang susaaaah banget, terlebih saya tidak begitu suka pelajaran statistik. Selain itu, ruang ujiannya dingin minta ampun. Satu kelas diawasi 3-5 orang dari mahasiswa STIS sendiri.

Angin segar untuk temen-temen sekalian *fiuhhhhh*, STIS udah membuka pendaftaran. Untuk pendaftaran online nya dibuka 6 s/d 31 Maret 2017, baik reguler maupun PTB (tugas belajar) secara bersamaan, dengan kuota sebanyak 500 siswa.

Persyaratan :

1. Warga Negara Indonesia
2. Sehat jasmani dan rohani, tidak cacat fisik dan mental, tidak buta warna, tidak bertato, Bebas HIV/AIDS dan bebas narkoba dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter RS Pemerintah.
3. Lulus SMA jurusan IPA atau Madrasah Aliyah jurusan IPA, tidak menerima lulusan SMK.
4. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing minimal 7 (tujuh) pada Semester IV dan V.

Info lebih lanjut bisa dilihat di website ini >> PERSYARATAN STIS.

Lembaga yang menampung lulusan STIS adalah BPS (Badan Pusat Statistik).

7. STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)
Dulu namanya AMKG. Kampusnya deketan dengan kampus STAN yaitu di Pondok Betung. Yang pasti ini untuk temen-temen yang pecinta alam dan sains.
STMKG tahun ini membuka pendaftaran Program Diploma (Prodip) III jurusan Meteorologi, Program Diploma III jurusan Geofisika, Program Diploma III jurusan Instrumentasi dan Program Diploma III Jurusan Klimatologi.
Sayang sekali tidak semua fresh graduate bisa ikutan daftar karena terbatas hanya untuk lulusan SMA/MA jurusan IPA atau SMK dengan keahlian Pemeliharaan dan Perbaikan Instrumen Elektronika, Teknik Mekatronika, Teknik Transmisi Komunikasi, Rekayasa Perangkat Lunak, dan atau TKJ. Untuk yang SMK dengan jurusan tersebut di atas pun hanya dapat mendaftar untuk Prodip III Jurusan Instrumentasi. Lumayan lah ya ^w^
Pendaftaran dibuka 9 s/d 31 Maret 2017 dengan kuota sebanyak 250 siswa.

Persyaratan tahun lalu adalah sebagai berikut:

1. Pria/Wanita, warga negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, tidak berkacamata.
2. Umur tidak kurang dari 17 tahun dan tidak lebih dari 23 tahun pada tanggal 1 September 2016 (lahir setelah tanggal 31 Agustus 1993 atau sebelum tanggal 31 Agustus 1999). syarat ini nantinya memengaruhi saat pengangkatan CPNS.
3. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.
4. Bebas narkoba.
5. Lulus atau akan Lulus SMA/Madrasah Aliyah (MA) jurusan IPA, atau SMK dengan kompetensi keahlian
6. Teknik Elektronika Industri, Teknik Mekatronika, Teknik Jaringan Akses, Teknik Transmisi Telekomunikasi, Rekayasa Perangkat Lunak atau Teknik Komputer dan Jaringan. Lulusan SMK dengan kompetensi keahlian pada No. 5 tersebut hanya dapat mendaftar untuk jurusan Instrumentasi. Kompetensi keahlian selain tersebut pada no. 5 tidak akan diterima.
7. Nilai Kognitif untuk Fisika, Matematika dan Bahasa Inggris di Klas XI semester 2 dan Klas XII semester 1 masing-masing minimal 70 (bukan hasil pembulatan atau hasil rata-rata).
8. Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain.
9. Tinggi badan minimal 163 cm untuk pria, dan 156 cm untuk wanita dengan berat badan seimbang.
10. Bersedia bekerja di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sesuai ketentuan yang berlaku sejak dinyatakan lulus pendidikan, dan bersedia ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lembaga yang menampung lulusan STMKG adalah BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika).

8. STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara)
Sekolah yang satu ini menawarkan pekerjaan di Badan Intelijen Negara. Pendaftaran dibuka dari tanggal 9 s/d 31 Maret 2017. Saya pun sedih membacanya, saya pikir STIN bisa dijadikan salah satu referensi dalam waktu dekat :(
Sepertinya tidak ada batasan harus IPA atau IPS di sekolah ini.

Persyaratan Umum:
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Siswa SMU/SMK/MA kelas XII tahun 2017, serta lulusan tahun 2015 dan 2016
3. Nilai rata-rata raport kelas X, XI dan semester 1 kelas XII minimal 7,0
4.Memiliki skor IQ min. 115 (skala Weschler) yang diperoleh dari hasil psikotes pada saat SMA/MA/SMK.
5.Tidak cacat fisik dan mental
6.Tinggi badan putra minimal 160 cm dan putri 155 cm, dengan berat badan ideal.
Putra : Tidak pernah bertato dan tidak bertindik
Putri : Tidak pernah bertato dan tidak bertindik dibagian tubuh yang tidak wajar

7. Jika berkacamata maksimal +(plus) atau – (minus) 1,0
8. Tidak pernah mengalami patah tulang


Persyaratan Administrasi:
1. Surat ijin Orang Tua/wali
2. Foto Copy raport kelas X, XI dan XII semester ganjil yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah
3. Fotocopy hasil psikotes yang dtandatangani oleh psikologi
4. Surat keterangan berbadan sehat, tidak buta warna dari Puskesmas/RSUD
5. Surat keterangan bebas NARKOBA dan HIV-Aids dari RSUD
6. SKCK dari Kepolisian setempat
7. Surat keterangan belum pernah menikah dari Kepala Desa/Kelurahan
8. Pas foto berwarna ukuran 4×6 sebanyak 1 buah, bagi putra latar belakang merah dan bagi putri latar belakang biru & foto seluruh badan berwarna terbaru ukuran poscard dengan pakaian atas putih bawah hitam (tampak depan samping kanan dan kiri).
9. Foto copy Akte Kelahiran/Kenal Lahir
10. FotoCopy KK (Kartu Keluarga)

Kamu juga bisa download brosurnya di sini >> BROSUR STIN


Selain itu saya juga ingin mengingatkan bahwa teman-teman hanya dapat memilih 1 (satu) perguruan tinggi kedinasan. Memilih lebih dari 1 menyebabkan kamu gugur secara otomatis. So, be wise dan pertimbangkan baik-baik dimana keahlian dan peluangmu.

Peraturan terkait bisa diunduh di sini >> PENGUMUMAN BKN TENTANG PENDAFTARAN PTK B/1268/M.PAN-RB/03/2016 TAHUN 2016

Read More......

Rabu, 05 Oktober 2016

Kosong dan Isi

Hi, it’s been a long time no see you guys.

Hmm...

Let’s begin.


But from where should I begin?


Hehe udah berapa tahun ya aku bayar langganan domain dan gak nulis?


Cerita yang aku tulis pun ga aku lanjutin. Karena sad ending, menurut aku ga perlu dilanjutkan.


Let’s back to a few months ago.

Beberapa bulan yang lalu, kami, aku dan Gusti, memutuskan untuk mengakhiri...

Masa pacaran kami.

Sad, absolutely sad, but we have to choose our own way from that time.

That’s why, menulis bukan hal utama, saat itu.


Banyak yang menyayangkan, yaa sayang aja hubungan udah kayak cicilan KPR berakhir begitu saja. *ngejek diri sendiri* Nggak ‘begitu saja’ banget. Tapi ada lah konflik yang sudah lama terpendam dari masing-masing pihak. Baik itu dari aku maupun dari Gusti. Kami saling menghormati keputusan ini. Tentu saja, awalnya sulit. Jika kalian tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan, jangan coba-coba menebak rasanya. Sekali lagi, kami saling menghormati keputusan ini. Kami berbincang pada dini hari. Aku sendiri merasakan ada perubahan yang ga bisa dia terima dan tak tertolerir lagi. I enjoy my life, too much. And it cannot be accepted for him. But let the conflict be just a conflict that already case-closed. Hehe.


Emm.. ngomongin rasa, malam itu rasanya tertusuk. Tapi aku sampaikan secara jujur apa keinginanku yang mungkin ga sejalan sama dia. Aku sampaikan semua uneg-unegku, dan dia pun begitu. Kami berbincang sampai pukul 3 pagi, kalau tidak salah. Kami mengakhiri perbincangan karena dia terlalu lelah. Kosong. Pagi terasa kosong. Gabisa nangis juga. Ga ada emosi yang mau diluapkan saat itu. Hanya kosong dan sepi. Aku menghubungi Dika, all day long. Ah, nanti aku ceritakan siapa dia. Aku masih ingin menceritakan rasanya setelah hampir 7 tahun saling berbagi, kemudian berakhir. Perih? Mungkin. Aku nggak tau perasaan dia seperti apa lagi selain hancur. Aku juga ngga tau lagi apa rasanya selain kosong.


Kata orang, hubungan biasanya diuji di tahun ke-3. Lupa sih kata siapa. Dan kami diuji. Kami lulus ujian. Paling berat sih ujian di tahun ke-2, rasanya. Aku sudah lupa apa yang terjadi saking lamanya. Yang pasti, banyak pertengkaran menjadi bumbu. Maklum saja, masa masa itu adalah masa penyesuaian. Sekarang pun berusaha menyesuaikan kembali. Tapi rasanya agak lebih mudah, dan lebih banyak aku jadi pihak yang mudah menerima. Bulan ini, kalau kami masih bersama, adalah peringatan 7 tahun kebersamaan kami sebagai pasangan. ^_^


Jujur saja, aku masih memperhatikan dia, satu-dua bulan pertama. Sekarang? Masih, tapi kadarnya sudah berkurang. Banyak info tentang dia. Bahkan aku masih sempat mengoreksi sedikit apa yang dia lakukan sebelum aku berangkat ke ibukota. Dia pun bertanya-tanya, darimana aku tau tentang dia, apa yang dia lakukan, dengan siapa sekarang. Karena jujur aja, untuk ketemu saat itu susah banget dengan kondisi kantor yang gabisa ditinggalkan. Dontcha forget who I really am. And we discuss about him. I make him sure that this is just an attention as a friend and not to think too far. Aku agak berubah, dia juga agak berubah. Sebenarnya semua itu adalah proses yang alami. Sekedar jet lag. Dari kebersamaan kembali ke kesendirian.


Kami masih sempat bermain, bercerita, aku pun masih merasakan ‘rasa’ itu. Tapi tujuan perpisahan ini mengajarkan kita agar lebih dewasa dalam segala hal.

...

Then, we need to continue life.

I take a week for a break. I use my time to study for my exam. Dika juga ikut ujian yang sama. Kami pun belajar bersama, melalui telepon. Kadang video call. Kadang berantem pula, kebanyakan ga fokus karena kami sama sama capek.


And I did it. But he didn’t. It’s okay, he still have many chance to do the exam.

Soal berangkat ke ibukota tadi, ya karena ujian ini. Lulus ujian tahap satu dan dua, aku berangkat untuk kuliah. Untuk belajar. Dan untuk menemui seseorang. To make short the distance.

Aku mengikuti tugas belajar selama dua tahun, kalau tiap semester aku bisa lolos dengan IPK yang baik.


Oh iya, perkenalkan, namanya Kak Dika. Dia yang saat ini ada di samping aku dan menjagaku sekarang. Saat kami pertama kali bertemu, kami masih sama-sama punya pacar, kok. Rasanya aku pernah sih memperkenalkan dia di thread sebelumnya, kalau tidak salah soal DTU. Kami sekelas. Perkenalan kami tidak biasa-biasa saja. Dimulai dengan mata yang saling beradu dari kejauhan. Dan dia merasa aku tidak seperti yang lainnya. Unik. Itu kata dia (kalau aku tidak salah). Dan kami baru dekat di hari-hari menuju akhir masa diklat. Lalu kami terpisah jarak dan waktu. Kemudian, aku bertemu lagi dengan dia awal tahun. Kebetulan kantorku menjadi salah satu destinasinya monitoring. Dan kebetulan juga minggu depannya aku harus dinas ke kantornya. Jadi kami berangkat bersama sepulang kantor hari Jum’at. Sebenarnya kami pernah bertemu di sekitar 2015 beberapa kali karena perjalanan dinas. Proses berjalan, aku kadang-kadang menghubunginya untuk diskusi masalah pekerjaan. Kadang juga curhat-curhatan. Hehehe.


Masih ingat apa yang aku rasakan ketika mengakhiri hubungan? Kosong. Dika lebih banyak memberi motivasi. Dari motivasi ke motivasi, kami saling mengerti.


The next is we choose to make a bond that only us understand what it is.


...

Kayaknya itu dulu yah yang aku ceritain. Sebenarnya banyak banget hal yang terjadi di Jakarta dan di Bintaro. Cuman aku masih bingung harus cerita dari mana karena sudah lamaaaaaa banget ga nulis.
catatan : dirasa-rasa tulisan aku kok kayak anak SMA lagi ya?!

Read More......

Senin, 25 Januari 2016

Permasalahkan Soal Berhenti dan Parkir, Polisi yang Menilang Supir Taksi Jadi Bahan Bullying Netizen

Belakangan ini banyak netizen yang "sok tau" dan "sok jadi hakim". Yaaa gue berkata demikian karena banyak banget meme yang beredar membully polisi yang nilang supir taksi yang sedang berhenti "tepat" di bawah rambu huruf P dicoret alias "dilarang parkir". Lucu sih, baru baca undang undang seuprit aja trus menghakimi. Oh please, kenapa sih yang namanya Polisi selalu salah di mata abang? Apa karena mereka laki-laki lalu dihakimi selalu salah dan perempuan selalu bener, gitu? *baper*

Opening gue udah cukup panas, 'kan? Udah cukup membakar semangat netizen yang mau ngebelain si supir kan? Kalo belum ya gue bakar lagi nih!

Bukannya gue ga simpati sama orang tua, tapiiiii..... mereka adalah dua pihak yang sama sama bekerja, yang satu mencari penumpang mengharap rupiah demi sesuap nasi untuk anak istri, yang satu lagi penegak hukum di jalanan, yang resikonya ketabrak kendaraan, ditembaki teroris (seperti kasus bom sarinah beberapa waktu lalu), yang juga punya anak istri, oy! Coba kalo keluarga kalian yang dihina sampe sebegitu keterlaluannya, kata kata yang tertulis di meme menurut gue udah kelewatan batas. Bebas boleh bebas, bebas yang kayak apa dulu? Bertanggungjawab ga? Oke lah kalau mau koreksi, ya koreksi aja si oknum. Kebiasaan sebagian besar manusia kan begitu, sampai ada pepatah "semut di seberang lautan nampak, gajah dipelupuk mata tak tampak". Terbiasa melihat titik hitam di atas kain putih yang begitu lebarnya, terbiasa melihat kesalahan daripada sisi baiknya, terus kalian merasa menjadi juri yang adil sehingga patut menghakimi seorang yang menjalankan tugas?

Kasihan.

Kasihan kepada kedua pihak, baik yang membully maupun yang terbully. Gue mah gamau ikut ikutan.
Mereka bertindak berdasarkan kondisi, mungkin saat itu jalanan harusnya ramai lancar, ga ada kendaraan yang berhenti, ini kok stop di bawah papan "dilarang parkir", liat lagi lah kondisi si supir, beliau ngerokok lho. Apakah ngerokok itu umum cuma 1 menit 2 menit? paling engga kan 5 menit, ngapain 5 menitan di situ? serius alasannya cuma ngeliat kompresor? ngapain ngeliatin kompresor? mau beli? kalo mau liat kan jalan melambat aja bisa sambil lihat sekilas macem orang orang katro yang memelankan kendaraannya ketika melihat kondisi bekas bom sarinah seakan akan itu sebuah "tempat wisata" baru. kenapa harus dilihatin sambil nongkrong rokokan? please gunain logika lah. Nyalain mesin? Bisa aja kan mesinnya dinyalain untuk pakai ac? atau paling "modus"nya kalau ada penumpang tinggal capcus meluncur, atau kalau ada polisi tinggal capcus melarikan diri. Menurut ngana, itu parkir atau berhenti? So please, pake logika dulu sebelum terlalu strict sama UU yang cuma dibaca sepotong. Terus alasan yang dia paparkan ke polisi, "saya bukan parkir, pak, saya berhenti", dan ada kata-kata yang ketika gue tonton, beliau seakan akan udah sering pake alasan itu. Apa cuma gue yang menyadarinya, atau kalian buta sampai hanya bisa melihat tulisan di layar kalian "POLISI SALAH"?

Lain kondisinya gue balik nih, kalo ternyata mobil mogok, apa si sopir harus mendekam di dalam mobil? pasti keluar kan menepi, ngasi tanda dari jauh, trus buka kap mobil kan? Is it parking? Trus kalo orang itu berhenti PAS di bawah tanda "dilarang parkir", apakah si sopir bakalan di tilang? kalian pasti berkata "TIDAK". YA JELAS GABISA DITILANG LAH, wong force majour alias terpaksa karena keadaan, ya pake hati dan logikamu, di kondisi kayak gini pasti si sopir dipaksa menepi kan, dipaksa berhenti kan? dipaksa parkir kan? bukannya "stop" sambil ngudud, hey. Malah polisi di sini tugasnya mengayomi dengan ngebantu si pengendara. Gue juga pernah lihat itu kok di acara yang sama.


ah atau kondisinya gini deh paling simple, lo liat tanda "P dicoret" tersebut, trus lo liat mobil berjejer, mungkin ada 100 mobil di sana, nyalain mobilnya, sopirnya mendekam di dalam mobil, and the police says nothing, pasti pikiran kalian "ahelah ni polisi kaga kerja buta apa ya matanya itu banyak mobil parkir di bawah tanda itu jelas jelas kok didiemin aja sih?" atau "ada apa sih ini? mana sih polisinya? macet gini ga diatur, kalo sepi aja muncul trus main tilang", jujur aja deh, sebelum kalian baca undang undang itu pasti kalian akan berpikir demikian kan?!

Polisi mah serba salah aja gitu, apalagi polantas, itu yang paling sering disalah-salahin dan paling sering dihujat trus digeneralisasi semua polisi jelek. Kalo ga ada polisi, lu pikir siapa yang ngelindungin? Ga malu dilindungin orang yang ga bisa baca undang undang? Ga mau pindah negara aja? Pindah aja, cari aja negara yang polisinya paling suci. Kalo di negara ini orang orangnya suci semua, polisi ga ada kerjaan, penjara jadiin kos kosan aja! Hakim sama jaksa cari kerjaan laen aja.

Inget ya, salah dan khilaf bisa terjadi di mana aja, oknum juga bisa ada di sebuah lingkungan, apalagi lingkungan dengan beragam macam kebudayaan dan pikiran. Lo mau hujat hujat polisi? Lo bikin meme yang bikin sakit mata untungnya apa? Popularitas? Like yang banyak? Jadi selebritis? Sorry gue ga mau bilang artis, menurut gue artis itu berkarya memajukan bangsa, yang cari popularitas itu selebritis. perlu ditegasin gue bukan berasal dari keluarga polisi jadi gue juga ga memihak, cuma di sini gue pengen ngasi tau aja, kotak saran banyak bertebaran. Tulislah dengan bahasa yang lebih santun. Lo mau bilang gue ga santun? Oke Menurut lo dengan bilang di meme kalo polisi itu gabisa baca lah, lulus nyogok lah, hapalah yang kasar kasar, itu santun? Pikir aja sendiri.


Pesan gue bagi penonton yang sekedar nonton baik itu yang memang suci dari menyalahi aturan lalu lintas maupun sok suci, STOP lah kalian membuat meme yang tulisannya memalukan. Pindahin aja channelnya, jangan nonton reality show macem itu lagi kalo emang ga suka, nonton aja noh natgeo wild atau animal planet supaya bisa bedain mana manusia dan mana binatang. lebih berbobot kok daripada nonton tilang tilangan malem malem.

Lo bebas bikin meme, gue bebas bikin postingan. Ya 'kan? Ini blog gue, semua yang gue tulis bebas doooong, dan yang pasti bertanggungjawab, ga kayak meme yang bertebaran di luar sana. Atau kamu salah satu pembuatnya?! hihi

Read More......

Sabtu, 05 Desember 2015

Keluh Kesah Anak Kantoran Season II

sebenernya banyak yang mau ditulis, bukan keluh kesah sih, cuma pengen cerita aja soal kantor, biar nyambung sama cerita yg kemaren aja pake judul samaan.
Alhamdulillah ada banyak yang bisa saya bahas dari kantor saya.

Pertama,masalah sosialisasi. Beberapa waktu yang lalu, kepala suku dari bagian lain manggil saya, beliau minta kesanggupan saya (kalau ada waktu) nelponin customer (berikutnya disebut WP aja ya) sekitar 20 WP Badan. Karena saya tadinya merasa ringan, saya menyanggupi gawean ini. Planning awal tugas dibagi 3, saya 20, sekretaris 20, dan pelaksana penagihan 20.

Dua hari kemudian, saya mendapat list dari anak smk yang magang di seksi yang punya gawean (sebut saja eksten). Listnya FULL 54 WP Badan ditambah 21 WP Badan yang kembalipos (kempos). Awalnya saya terima-terima saja karena di frontline saya pun banyakkk gawean (tidak seperti yang saya perkirakan 2 hari sebelumnya). Setelah selesai melayani satu WP, saya baca lah list yang tadi. Saya shock! Katanya 20, kok jadi banyak?! Dari list itu, saya lihat beberapa ada yang kosong, oh mungkin aku harus telpon yang belum ada nomornya ini. Baru sekitar 10 WP, saya lelah karena kebanyakan di sistem tidak tercantum nomor telepon atau nomor telepon tidak dapat dihubungi. Akhirnya saya adukan ke yang punya gawe, seksi eksten. Well, jawaban yang saya dapat cukup mengejutkan, sekretarisnya sedang dinas, daaan pelaksana seksi penagihan lagi sakit. Padahal baru aja paginya saya lihat beliau baik baik saja. Mungkin sakit mendadak, pikir saya. Positive thinking aja lah kalo sudah begini. Kesel sih, menurutmu?!

Saya sudah desperate, mau meninggalkan pekerjaan ini, tapi nggak tega. Desperatenya karena dari awal mentalnya disiapkan utk nelpon 20 WP saja (perjanjian 17 WP). Akhirnya dengan penuh kesabaran dan tanggungjawab , saya nelponin semuanya. I dont expect too much from what i've done. Setelah nelpon, ada beberapa yang masih belum bisa kasih konfirmasi hadir atau tidak. Ternyata setelah jam makan siang, satu per satu telepon bersahutan, untuk saya. Dan yang konfirmasi ada sekitar 20 WP, mungkin lebih. Sumpah, ekspektasi saya mungkin yang hadir/konfirm hanya 10an. Di situ saya merasa bersyukur dan bahagia :D

Lalu saya mau konfirmasi ke kepala seksi eksten, ternyata beliau berangkat ke jakarta menyusul anak buahnya. Pantesan...
Saya hanya bisa berdecak lalu pergi. Saya kayaknya kok gak tau apaapa ya di sini, pikir saya lagi.

Tibalah hari penyelenggaraan sosialisasi. Saya mendapat notifikasi dari sosmed, ada foto dan saya di-tag, dengan tulisan yang kira kira isinya nggak nyangka yang datang banyak. Saya, sebagai yang bersusah payah, otomatis nyeletuk, "Siapa dulu yang nelponin?". Andaikan mereka yang cuma bisa ngomong komentar dan tanya2 itu tau effortnya. Yang hadir fyi ada 45 orang, dari 54 WP yang coba dihubungi. Saya seneng effort saya terbalas lah.


Dan setelah itu semua, tiada kata terucap, baik dari pemilik gawean, maupun dari saudara saudara sekalian yang punya tanggungjawab atas acara ini. Dan saya pun berpikir, bukannya minta sesuatu, tapi maksud saya ya cukup tau aja lah gitu. Nggak minta pamrih juga, cuma tolong hargai usaha sekecil apapun. Tapi ah sudahlah.. saya pikir itu seharusnya kesadaran pribadi sih.


Selanjutnya mengenai rencana wisata ke suatu pulau, yang katanya pantainya indah, di tengah lautan. Imagine, untuk ke sana saja naik kapal nelayan (tolong digarisbawahi) butuh waktu 8 jam. Nurani saya sudah menolak, tapi dengan antusias temen temen dan harga 800ribu, saya iyakan ajakan teman saya ini. 2 minggu kemudian, waktunya diundur dan harga pun melonjak naik kisaran 1 juta. Wuidih, udah kayak apartemen aja nih, tiap senin harga naik 100 ribu ciyn. Eike mulai sepakat sama hati nurani untuk berkata tidak. Dan dibahas terus di grup, dan setiap dibahas pasti jadwal MUNDUR. Yah saya sebagai yang tidak ikut traveling nggak ada hak untuk komentar, tapi yang pasti saya punya penilaian tersendiri. Itu hak saya.

Emm apa lagi ya? Saya suka pelayanan. Mungkin saya ngga akan pindah seksi dalam waktu yang lama. Petualangan di pelayanan mengajarkan banyak hal, terutama sabar. Kota kelahiran dihina padahal ga salah apa apa? Sabar. Kadang kacamata orang orang bisa beda beda, ada yang kacamata kuda yang cuma bisa lihat sisi jelek  ada yang seperti teropong yang luas pandangannya. Kita bisa memilih jadi apa, tapi kadang kadang kita nggak sadar. Jadi pesan saya sih jangan nunggu digampar dulu baru sadar #ehh #sadisss #afgan #rossa #merekaduet #afganfeatraisa #afganfeatrizka #dukungkami #coblos #kumisnya

Read More......

Kamis, 12 November 2015

Keluh Kesah Anak Kantoran Season I (gatau sampe season berapa, tolong kalo bosan ga usah dibaca lagi

sial tulisan gue ga kesave. gajadi curhat deh, cape udah nulis sejam. bye

Read More......